Bisnis

5 Persyaratan Penting saat Ingin Jual Beli Kavling Tanah

Bisnis jual beli tanah memang merupakan bisnis yang menjanjikan. Banyak orang yang tergiur dengan keuntungan berlipat, sehingga tak segan menggelontorkan sejumlah uang untuk membeli tanah kavling yang ditawarkan para pengembang.

Berbeda dengan jual beli lain yang bisa dilaksanakan tanpa persyaratan apapun, Jual Kavling Tanah haruslah memenuhi beberapa persyaratan. Bagi penjual maupun pembeli sama-sama harus memperhatikan dan memenuhi persyaratan ini. jadi sebelum Jual  Tanah Kavling, inilah persyaratan yang harus anda penuhi:

  1. Legalitas Tanah

Syarat Jual Beli Tanah pertama yang harus dipenuhi adalah adanya legalitas tanah. Melengkapi surat-surat tanah yang sah dan legal untuk tanah yang akan dijual adalah hal penting yang tidak boleh terlewatkan. Setiap tanah yang akan dijual haruslah menyiapkan atau memiliki Sertifikat Tanah yang dikeluarkan Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN)

Setiap pemilik tanah harus segera mengurus sertifikat tanah miliknya ke BPN. Sebab, jika anda memiliki tanah tapi tidak memiliki sertifikat, maka ketika anda ingin menjualnya pihak PPAT selaku pihak yang berwenang dalam proses jual beli tanah tidak akan mau mengurusnya.

Bagi anda para pembeli tanah kavling, maka tidak perlu ragu bila ingin membuktikan keabsahan sertifikat tanah yang anda beli. Anda cukup melakukan pengecekan di kantor BPN bersama pemilik atau PPAT ataupun notaris. Setlah dilakukan pengecekan, maka BPN akan memberikan stempel serta tanggal pengecekan.

Bila sertifikat tanah kavling kurma masih dalam proses, maka anda sebagai pembeli bisa membuat perikatan jual beli tanah dengan bantuan notaris. Perikatan ini tentunya hars dengan syarat yang jelas serta mengikat pihak penjual dan pembeli. Semua poin penting seperti tanggal terbitnya sertifikat dari BPN, tahap pembayaran, mekanisme pembatalan dan pengembalian uang yang telah dibayarkan harus tercantum dalm perikatan tersebut.

  1. Izin alih fungsi

Persyaratan kedua yang harus dipenuhi adalah adanya perizinan alih fungsi oleh pihak pembeli. Ini penting apabila tanah yang dijual berubah fungsi, seperti saat anda membeli tanah yang dulunya sawah menjadi tanah pekarangan. Pembeli harus mengurus surat ini kepada pemerintah daerah setempat yang biasanya akan memakan waktu 6 bulan. Tanah yang diperbolehkan beralih fungsi biasaya hanya 600 meter.

  1. Izin site plan

Selanjutnya syarat yang harus dipenuhi adalah memiliki Izin Site Plan yang dikeluarkan oleh KIMPRASWIL yang mendapatkan klarifikasi dari dinas-dinas terkait. Izin ini berfungsi untuk memastikantata kawasan sesuai dengan peruntukan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Para pembeli tanah kavling yang merupakan developer perumahan harus mempunyai izin site plan untuk tanah yang dibelinya. Izin ini berupa pembangunan jalan lingkungan, menyediakan area untuk fasilitas umum, dan fasilitas sosia.

Tanah kavling haruslah mempunyai sertifikat per-kavlingnya sesuai denga site plan. Ini bertujuan untuk memudahkan dalam menjual atau membangun rumah di atasnya. Hal ini juga akan membuat calon konsumen kedua merasa aman dan senang karena telah memiliki tanah yang bersertifikat.

  1. Pematangan lahan

Pematangan lahan ini bisa berupa perataan tanah  gundukan, cekungan, dan sawah. Proses ini bisa dilakukan dengan pengurukan tanah dan perataan atas Tanah Kavling tersebut.

  1. Pemecahan sertifikat

Syarat terakhir dalam proses Jual Beli Tanah adalah pemecahan sertifikat tanah menjadi kavling-kavling yang lebih kecil. Biasanya pihak developer akan melakukan pemecahan sertifikat, kemudian dilakukanlah jual-beli di hadapan PPAT. Pemecahan ini dilakukan atas pernyataan pemecahan atas nama diri sendiri oleh pihak developer.

Jadi bagi anda yang ingin melakukan Jual Beli Tanah Kavling kampung kurma, jangan lupa lengkapi 5 syarat di atas sebelum memproses transaksi. Agar proses jual beli anda aman, lancar, dn legal.